SERBA SERBI

Lakukan Hal Ini untuk Meredakan Amarah – Saat ini sudah semakin banyak orang yang mudah untuk kebawa dengan perasaan marah dan juga emosi yang terpendam terhadap seseorang. Saat marah, seseorang cenderung merasa lebih berani sekaligus ceroboh sehingga ingin meluapkan perasaan tersebut dengan agresivitas fisik seperti memukul seseorang, menggebrak meja, atau berteriak sambil mengumpat. Meskipun perasaan marah itu wajar saja dialami oleh manusia, jangan biarkan diri dikendalikan oleh amarah, ya! Hal itu kurang bijak dapat menimbulkan penyesalan kemudian.

Lakukan Hal Ini untuk Meredakan Amarah

1. Ambil napas dalam-dalam untuk tenangkan diri
Saat marah seseorang akan memasuki fase pertahanan diri atau dikenal dengan fight or flight state anger management yang menyebabkan denyut jantung meningkat dan napas menjadi cepat. Jika tidak terkendali, tahap ini akan berlanjut ke arah luapan emosi yang agresif.

Oleh sebab itu, untuk mencegah emosi meluap berlebihan hingga ke arah kekerasan fisik, mengatur napas sangatlah penting. Kendalikan diri dengan mengambil napas dalam secara perlahan. Ketika napas sudah berhasil diatur, maka rasa marah juga akan mereda.

2. Lakukan aktivitas fisik
Seseorang bisa menjadi sangat marah karena merasakan beban stres yang sudah lama dipendam. Melakukan aktivitas fisik bisa mengurangi stres yang menjadi salah satu pemicu munculnya perasaan marah pada seseorang.

Saat mulai dikuasai perasaan marah, tenanglah sejenak dan alihkan emosi negatif tersebut untuk melakukan aktivitas fisik seperti berjalan atau berlari. Hal tersebut baik untuk mengalihkan energi yang terbuang percuma karena marah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

3. Terapkan teknik cognitive reframing
Teknik cognitive reframing adalah suatu teknik yang bisa digunakan untuk membantu mengubah cara pikir seseorang terhadap sesuatu yang menimpanya. Melalui teknik ini, seseorang diminta untuk melihat ‘bencana’ dari kacamata positif. Memang tidak mudah untuk mengubah persepsi terhadap sesuatu yang sudah telanjur negatif menjadi positif. Namun, saat kamu berhasil, maka rasa marah akan dapat dikelola dengan lebih baik.

4. Hindarkan diri sejenak dari pertikaian
Ada kalanya menarik diri dari konflik itu baik. Contohnya, jika berada dalam suatu perdebatan yang tidak sehat, sebaiknya tinggalkan momen itu dan pergi untuk menenangkan diri. Apabila diri sudah merasa lebih tenang, kembali dan menyelesaikan perdebatan dengan kepala dingin akan memberikan hasil yang lebih baik dan tidak menyakiti siapapun.

5. Belajar memaafkan
Meskipun hati sedang panas karena amarah, tetap berpikir jernih dan berusaha memaafkan ternyata bisa meringankan beban. Membiarkan diri dikuasai emosi negatif akan membuat seseorang selalu merasakan kepahitan dan rasa tidak adil.

Garuda Mengalami Kritis dalam Bsnis – Seperti yang kita semua ketahui bahwa Garuda merupakan salah satu pesawat Indonesia yang sudah sangat banyak dipercayain orang untuk melakukan penerbangan. Anggota Komisi XI M Misbakhun meminta pemerintah untuk mengubah model bisnis Garuda Indonesia. Menurutnya, jangan sampai negara terus menyuntikkan dana ke maskapai kebanggaan nasional itu tetapi hasilnya nihil.

“Garuda dapat dari penyertaan modal negara (PMN), sementara tidak memperbaiki situasi. Garuda ini mau kita apakan?” katanya dalam rapat kerja Komisi XI DPR, Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Garuda Mengalami Kritis dalam Bsnis

Jangan terus dapat PMN tapi tidak ada perbaikan
Misbakhun mengatakan pemerintah sudah menggelontorkan trilinan rupiah melalui PMN untuk Garuda Indonesia. Namun, kondisi maskapai flag carrier pederciniracingteam itu tak membaik. Oleh karena itu, Misbakhun menilai persoalan di Garuda bukan hanya menyangkut suntikan dana.

“Pemegang sahamnya adalah Ibu Menkeu, ini kan bisnis modelnya harus diperbaiki, atau seperti apa?” kritiknya.

Garuda Indonesia punya nilai historis yang harus diselamatkan
Misbakhun menyatakan Garuda Indonesia memiliki nilai historis sehingga harus dipertahankan. “Penting bagi negara memiliki simbol seperti itu,” katanya.

Namun berdasarkan catatan, saat ini Garuda Indonesia menanggung utang yang mencapai 7 miliar dolar AS atau di atas Rp100 triliun. Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam laporan terakhirnya membeber pemegang saham Garuda ialah pemerintah sebesar 65,4 persen, PT Trans Airways sebesar 28,27 persen, dan publik sebesar 11,19 persen.

Masalah krisis yang menimpa Garuda Indonesia
Diberitakan sebelumnya, Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga mengungkapkan biang kerok yang membuat kondisi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terpuruk seperti sekarang. Biang kerok tersebut merupakan kesalahan masa lalu yang dilakukan oleh manajemen Garuda Indonesia.

“Kita tahu bahwa kondisi Garuda seperti ini karena dulu memang kan ugal-ugalan penyewaan-penyewaan pesawat oleh Garuda. Ugal-ugalan ini lah yang membuat kondisi Garuda seperti sekarang dan diperparah dengan Corona ini. Jadi, Corona ini adalah puncaknya,” tutur Arya dalam keterangannya kepada media, Selasa (26/10/2021).

Arya menambahkan, Garuda Indonesia pada dasarnya memiliki fondasi yang sangat buruk. Oleh karena itu, upaya penyelesaian masalah di dalamnya adalah dengan efisiensi secara terus menerus.